Vol 4 No 2 (2024): Volume 4 Issue 2 tahun 2024

					Lihat Vol 4 No 2 (2024): Volume 4 Issue 2 tahun 2024

Articles:  5 

● Editorial in chief: apt. Syuhada, M.Farm.

● Managing Editorial: apt. Benazir Evita Rukaya, M.Farm.

 

Diterbitkan: 2024-07-31

Articles

  • Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Biji Buah Tarap (Artocarpus odoratissimus)

    Virda Putri Lestari, Sari Wijayanti, Faizal Mustamin
    37-46
    Abstrak: 537 | PDF 37-46: 293

    Abstract

    Buah tarap (Artocarpus odoratissimus) atau dikenal juga dengan sebutan "terap", merupakan jenis buah yang tumbuh di berbagai daerah tropis di Asia Tenggara, karena hampir setiap bagian dari buah ini memiliki khasiat farmakologis, buah ini sering digunakan sebagai bahan pengobatan tradisional. Tanaman ini telah menjadi bagian dari banyak budaya yang berbeda untuk waktu yang lama, digunakan sebagai sumber makanan, dan banyak digunakan untuk membantu meningkatkan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan skrining fitokimia pada ekstrak biji buah tarap untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder yang terkandung di dalamnya dengan fokus pada senyawa-senyawa seperti polifenol, alkaloid, tanin, saponin, steroid, dan terpenoid. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental kualitatif untuk menganalisis fitokimia dengan uji warna menggunakan berbagai pereaksi dari ekstrak biji buah tarap, dengan tujuan mengidentifikasi senyawa-senyawa metabolit sekunder dalam tanaman tersebut. Sampel biji buah tarap diperoleh dari penjual buah lokal di Tarakan. Ekstraksi biji buah tarap dilakukan dengan menggunakan etanol 96% dengan teknik maserasi, kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap kandungan polifenol, alkaloid, tanin, saponin, steroid dan terpenoid. Hasil penelitian menunjukkan adanya beberapa metabolit sekunder dalam ekstrak biji buah tarap, membuktikan adanya kandungan polifenol, alkaloid, saponin, dan terpenoid, sedangkan tanin dan steroid tidak dapat terdeteksi. Kesimpulannya yaitu ekstrak etanol biji buah tarap (Artocarpus odoratissimus) mengandung polifenol, alkaloid, saponin, dan terpenoid.

  • Gambaran Penjualan dan Investası Obat Over the Counter Apotek “X” Kelurahan Karang Anyar Kota Tarakan Menggunakan Analısıs ABC Tahun 2022

    Ayu Febianah, Syuhada Syuhada, Benazir Evita Rukaya
    47-54
    Abstrak: 385 | PDF 47-54: 227

    Abstract

    Pengelolaan obat meliputi perencanaan ketersediaan obat, termasuk jenis, jumlah, kualitas, dan kuantitas, dengan tujuan meningkatkan efisiensi. Salah satu metode yang digunakan dalam perencanaan obat adalah ABC atau Pareto. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran penjualan dan investasi obat over the counter (OTC) di Apotek "X" dengan menggunakan analisis ABC berdasarkan data penjualan tahun 2022. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif, data retrospektif yang diperoleh dinalisis menggunakan microsoft Excel® dengan metode ABC. Data obat OTC yang diperoleh kemudian diklasifikasikan menjadi 3 kelompok yaitu A, B dan C dengan persentase kumulatif untuk kelompok A (70%), B (20%), dan C (10%) dari nilai penjualan atau investasi. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh obat dengan nilai penjualan pada kelompok A terdapat 147 item obat dengan nilai investasi Rp. 381.662.590 (69,91%). Sedangkan kelompok B terdapat 164 item obat dengan nilai investasi Rp. 109.472.850 (20,05%). Sementara itu, untuk kelompok C terdapat 305 item obat dengan nilai investasi Rp. 54.790.100 (10,04%). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa kategori A mendominasi nilai investasi, sementara kategori C memiliki kontribusi investasi yang lebih rendah meskipun jumlah jenis obatnya lebih banyak.

  • Gambaran Penjualan dan Investası Obat Generık Apotek “X” Kelurahan Kampung Satu Tarakan Menggunakan Analısıs ABC Tahun 2022

    Hendriansyah Hendriansyah, Benazir Evita Rukaya, Syuhada Syuhada
    55-60
    Abstrak: 369 | PDF 55-60: 129

    Abstract

    Apotek sebagai fasilitas kesehatan dan bisnis, memerlukan manajemen yang baik untuk menghindari kekurangan atau kelebihan stok obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan manajemen persediaan obat generik di apotek “X” dengan metode ABC. Dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan retrospektif, data penjualan obat generik periode Januari-Desember 2022 dianalisis. Hasilnya, Kelompok A terdiri dari 23 item obat dengan jumlah transaksi penjualan sebanyak 5.877 (69,89%), Kelompok B terdiri dari 28 item obat dengan jumlah transaksi penjualan sebesar 1.654 (19,67%), dan Kelompok C terdiri dari 71 item dengan jumlah transaksi penjualan sebanyak 878 (10,44%). Dalam hal nilai investasi, Kelompok A terdiri dari 31 item obat dengan nilai investasi sebesar Rp. 39.058.600 (69,63% dari total), Kelompok B terdiri dari 33 item obat dengan nilai investasi sebesar Rp. 11.290.000 (20,13% dari total), dan Kelompok C terdiri dari 58 item obat dengan nilai investasi sebesar Rp. 5.743.300 (10,24% dari total). Metode ABC dapat mengoptimalkan manajemen persediaan obat generik di apotek “X”, memungkinkan prioritas berdasarkan frekuensi penjualan dan nilai investasi, dan meningkatkan efisiensi.

  • Analısıs Kualıtatıf Rhodamın B pada Perona Mata (Eyeshadow) yang Beredar dı Toko Kosmetık Kota Tarakan

    Rendi Antika, Faizal Mustamin, Irma Novrianti
    61-66
    Abstrak: 350 | PDF 61-66: 398

    Abstract

    Baik orang dewasa maupun remaja sering menggunakan perona (eyeshadow) mata sebagai kosmetik umum. Industri cat dan tekstil kerap menggunakan pewarna sintetis berwarna merah yang dikenal sebagai rhodamin B. Selain memiliki sifat karsinogenik, penggunaan berkelanjutan rhodamin B dapat menimbulkan gangguan hati dan iritasi saluran cerna yang berpotensi berdampak negatif pada kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan, ada tidaknya sediaan eyeshadow yang dijual di toko kecantikan kota Tarakan mengandung Rhodamin B. Metode dalam penelitian ini, menggunakan teknik benang wol dan rapid test kit rhodamin B untuk analisis kualitatif dengan menggunakan sebelas sampel. Hasil penelitian ini menemukan bahwa dari sebelas sampel perona mata yang ditemukan di toko kecantikan kota Tarakan terjadi perubahan warna dari merah menjadi merah gelap atau keunguan pada tiga sampel dimana dua perona mata tersebut tidak terdaftarkan dan satu perona mata sudah terdaftarkan di BPOM. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa tiga dari sebelas sampel perona mata positif mengandung rhodamin B.

  • Identifikasi Bakteri Patogen Gram Negatif pada Alat Praktikum Mikrobiologi di Laboratorium Central Stikes Maharani Malang

    Vita Ainun Vita Ainun , Erni Yohani Erni Yohani , Yeni Avidhatul Yeni Avidhatul
    67-80
    Abstrak: 2173 | PDF 67-80: 3233

    Abstract

    Tumpukan peralatan laboratorium dan kurangnya sterilisasi secara rutin bisa berkontribusi pada pertumbuhan serta kontaminasi bakteri patogen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis bakteri patogen gram negatif yang ada pada peralatan praktikum mikrobiologi di Laboratorium Central STIKes Maharani Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain penelitian analitik. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Tahapan dalam penelitian ini meliputi pengambilan sampel swab pada permukaan alat praktikum mikrobiologi, pembuatan isolasi koloni bakteri dengan media MCA (Mac Conkey Agar), pembuatan biakan murni media agar miring MCA, pengamatan makroskopis, dan uji biokimia. Bakteri ditumbuhkan pada media MCA selama 2x24 jam. Hasil penelitian dengan pewarnaan gram menunjukkan bakteri gram negatif, berbentuk batang, menyebar, berwarna merah. Uji biokimia menunjukkan glukosa (+g), laktosa (+), manitol (+), maltosa (+), sukrosa (+), H2S (-), indol (-), Mr (Methyl Red) (-), Vp (Voges Praskaeur) (+), citrat (+), motilitas (-), ditemukan spesies bakteri Klebsiella pneumoniae. Hasil kedua menujukkan glukosa (+g), laktosa (+), mannitol (+), maltosa (+), sukrosa (+), H2S (-), indol (+), Mr (Methyl Red) (+), Vp (Voges Praskaeur) (-), citrat (-), motilitas (-), ditemukan spesies bakteri Escherichia coli. Kesimpulan penelitian ini adalah ditemukan adanya bakteri gram negatif berbentuk batang, menyebar, dan berwarna merah. Sedangkan dari uji biokimia menggunakan glukosa, laktosa, manitol, maltosa, sukrosa, ındol, MR, VP, dan citrat didapatkan temuan bakteri Klebsiella pneumoniae dan bakteri Escherichia coli.