Ujı aktıvıtas anthelmıntık ekstrak etanol rımpang pacıng (Costus speciosus (Koen.) Sm.) terhadap cacıng tanah (Lubricus rubellus)

Authors

  • Benazir evita rukaya Politeknik Kaltara
  • Syuhada Syuhada Politeknik Kaltara
  • Dewi Puspita Sari Politeknik Kaltara

DOI:

https://doi.org/10.57174/jborn.v1i1.13

Keywords:

Costus speciosus, Anthelmintik, Cacing tanah, Mortalitas, Paralisis

Abstract

Prevalensi masyarakat yang mengalami kecacingan di Indonesia pada umumnya masih sangat tinggi, terutama pada masyarakat yang kurang mampu dengan sanitasi yang buruk. Pemberian anthelmintik herbal merupakan solusi alternatif yang aman mengingat banyaknya anthelmintik konvensional yang telah mengalami penurunan efektivitas akibat meningkatnya kasus resistensi khususnya di Indonesia. Pacing (Costus Speciosus) merupakan salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai anthelmintik dengan senyawa bioaktif berupa flavonoid (proantosianidin dan antosianin), glutathione, β-karoten, α-tokoferol, asam askorbat, senyawa fenol, tricontanoic curcumin, gracillin, sitosterol-β-D-glukosida, tricontanoic dan dioscin. Pada penelitian ini, dilakukan pengujian anthelmintik untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol rimpang pacing dalam menghambat aktivitas cacing tanah (Lumbricus rubellus). Uji aktivitas antelmintik ekstrak etanol rimpang pacing dilakukan dengan menggunakan metode in-vitro. Pengujian diawali dengan membuat 5 kelompok perlakuan yang masing-masing diberi 3 ekor cacing tanah dengan 3 replikasi. Kelompok perlakuan 1,2 dan 3 diberikan ekstrak etanol rimpang pacing masing-masing sebesar 5%, 7,5% dan 15% sedangkan untuk kelompok 4 diberikan NaCMC 0,5% dan kelompok 5 diberikan Mebendazole 2%. Pengamatan aktivitas anthelmintik dilakukan dengan menghitung waktu yang dibutuhkan sampel uji untuk melumpuhkan (paralisis) dan mematikan (mortalitas) cacing tanah selama 3 jam perlakuan. Adapun hasil penelitian yang diperoleh yaitu waktu paralisis cacing tanah selama perlakuan pada kelompok 1,2,3,4 dan 5 adalah 27,2±3,7 menit, 11,7±0,3 menit, 14,6±0,02 menit, 98,3±2,5 menit dan 63,6±48,5 menit. Sedangkan waktu mortalitas cacing tanah selama perlakuan pada kelompok 1,2,3,4 dan 5 adalah 63,2±6,8 menit, 30,3±0,0 menit, 29,2±0,0 menit, 116,3±43,3 menit dan 105±10,7 menit. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol rimpang pacing memiliki aktivitas antelmintik dengan potensi yang sangat kuat, dimana waktu yang dibutuhkan ekstrak untuk melumpuhkan dan mematikan cacing tanah lebih cepat dibandingkan dengan kontrol positif (mebendazole 2%).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Kementerian Kesehatan RI. Permenkes Nomor 15 Tahun 2017 tentang penanggulangan cacingan. 2017.

Tiwow D, Bodhi W, Kojong NS. Uji Efek Antelmintik Ekstrak Etanol Biji Pinang (Areca Catechu) Terhadap Cacing Ascaris Lumbricoides Dan Ascaridia Galli Secara in Vitro. Pharmacon Jurnal Ilmiah Farmasi. 2013;2(2):76–81.

Intannia D, Amelia R, Handayani L SH. Pengaruh pemberian ekstrak etanol dan ekstrak n-heksan daun ketepeng cina (Cassia alata. L) terhadap waktu kematian cacing pita ayam (Raillietina sp.) secara in vitro. Jurnal Pharmascience. 2015;2(2):24–30.

Hamzah A, Hambal M, Balqis U, Darmawi, Maryam, Rasmidar, et al. In Vitro Anthelmintic Activity of Veitchia merrillii Nuts Againts Ascardia galli. Majalah Obat Tradisional (Traditional Medicine Journal). 2016;21(2):55–62.

Dilaga APH, Lukmayani Y, Kodir RA. Isolasi dan Identifikasi Senyawa Flavonoid dari Rimpang Pacing. 2016;2(1):105–12.

Bahshwan SM, Aljehany BM. a Review on The Therapeutic and Medicinal Activities of Costus Speciosus. 2020;11(3):124–9.

Singh P, Khosa RL, Srivastava S, Mishra G, Jha KK, Srivastava S, et al. Pharmacognostical study and establishment of quality parameters of aerial parts of Costus speciosus-a well known tropical folklore medicine. Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine. 2014;4(6):486–91.

Srivastava S, Singh P, Jha KK, Mishra G, Srivastava S, Khosa RL. Anthelmintic activity of aerial parts of Costus speciosus. International Journal of Green Pharmacy. 2011;5(4):325–8.

Dilaga APH, Lukmayani Y, Kodir RA. Isolasi dan Identifikasi Senyawa Flavonoid dari Rimpang Pacing. 2016;2(1):105–12.

Intannia D, Amelia R, Handayani L, Santoso B. Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol dan Ekstrak n -Heksan Daun Ketepeng Cina ( Cassia Alata . L ) terhadap Waktu Kematian Cacing Pita Ayam ( Raillietina Sp . ) Secara In Vitro. Jurnal Pharmascience. 2015;2(2):24–30.

Astuti KW, Samirana PO, Sari NPE. Uji Daya Anthelmintik Ekstrak Etanol Kulit Batang Lamtoro (Leucaena leucocephala (LAM.) de wit) Pada Cacing Gelang Babi (Ascaris suum Goeze) Secara In Vitro. Jurnal Farmasi Udayana. 2016;5(1):15–9.

Tiwow D, Bodhi W, Kojong NS. Uji Efek Antelmintik Ekstrak Etanol Biji Pinang (Areca Catechu) Terhadap Cacing Ascaris Lumbricoides Dan Ascaridia Galli Secara in Vitro. Pharmacon Jurnal Ilmiah Farmasi. 2013;2(2):76–81.

Ridwan Y, Satrija F, Handharyani E. Aktivitas Anticestoda In Vitro Metabolit Sekunder Daun Miana (Coleus blumei. Benth) terhadap Cacing Hymenolepis microstoma. J Med Vet. 2020 Mar 28;3(1):31.

Srivastava S, Singh P, Jha KK, Mishra G, Srivastava S, Khosa RL. Anthelmintic activity of aerial parts of Costus speciosus. International Journal of Green Pharmacy. 2011;5(4):325–8.

Pawar V, Pawar P. Costus speciosus: An Important Medicinal Plant. IjsrNet. 2014;3(7):28–33.

Dilaga APH, Lukmayani Y, Kodir RA. Isolasi dan Identifikasi Senyawa Flavonoid dari Rimpang Pacing. 2016;2(1):105–12.

Triyanita UR, Robiyanto, Sari R. Uji Aktivitas Anti Cacing Ekstrak Etanol Daun Alamanda (Alamanda cathartica L.) terhadap Cacing Ascaridia galli dan Raillietina tetragona secara In vitro. 2019;17(1):27–39.

Ekawasti F, Suhardono, Dewi D, Martindah E, Wardhana AH, Sawitri DH. Skrining Efektivitas Ekstrak Tanaman Herbal sebagai Anthelmintik terhadap Telur dan Larva Nematoda serta Cacing Haemonchus contortus secara In-Vitro. 2019;(July):462–73.

Meilina NI, Kahtan MI, Widiyantoro A. Aktivitas Anthelmintik Ekstrak Etanol Daun Buas-buas (Premna serratifolia L.) terhadap cacing Ascaridia galli secara in vitro. Jurnal Kesehatan Khatulistiwa. 2019;5(Juli):780–9.

Intannia D, Amelia R, Handayani L, Santoso B. Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol dan Ekstrak n -Heksan Daun Ketepeng Cina ( Cassia Alata . L ) terhadap Waktu Kematian Cacing Pita Ayam ( Raillietina Sp . ) Secara In Vitro. Jurnal Pharmascience. 2015;2(2):24–30.

Triyanita UR, Robiyanto, Sari R. Uji Aktivitas Anti Cacing Ekstrak Etanol Daun Alamanda (Alamanda cathartica L.) terhadap Cacing Ascaridia galli dan Raillietina tetragona secara In vitro. 2019;17(1):27–39.

Alawiyah F, Kahtan MI, Widiyantoro A. Daya Antelmintik Ekstrak Metanol Daun Kesum (Polygonum minus). 2017;3:10.

Astiti LGS, Panjaitan T, Wirajaswadi L. Uji Efektifitas Anthelmintik Pada sapi Bali di Lombok Tengah. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. 2011;14(21):77–83.

Noer S, Pratiwi RD, Gresinta E. Penetapan Kadar Senyawa Fitokimia (Tanin, Saponin dan Flavonoid) sebagai Kuersetin Pada Ekstrak Daun Inggu (Ruta angustifolia L.). Jurnal Eksakta. 2018;18(1):19–29.

Ulya N, Endharti AT, Setyohadi R. Uji Daya Anthelmintik Ekstrak Etanol Daun Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus) sebagai Anthelmintik Terhadap Ascaris suum secara in vitro. Majalah Kesehatan FKUB. 2016 Apr 26;1(3):130–6.

Suryanto D, Kelana TB, Wahyuni S. Uji Antimikroba Fraksi Ekstrak Metanol, Etil Asetat dan n-Heksana Daun Tabar-Tabar (Costus speciosus) dan Toksisitasnya Terhadap Larva Udang. Biota. 2010 Feb;15(1):118–25.

Published

21-11-2021

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>